Jenis-Jenis Alat Penyimpanan / Storage dalam Industri Kimia

Jenis-Jenis Alat Penyimpanan / Storage dalam Industri Kimia

Blog

Tender/Pengadaan / Blog 22 Views 0

Industri kimia biasanya berhubungan dengan penyampuran / kombinasi zat-zat yang dipadukan dengan cara tertentu untuk selanjutnya digunakan untuk menghasilkan suatu produk, baik produk sehari-hari maupun obat-obatan. Zat-zat tersebut juga digunakan untuk proses reaksi terhadap zat dasar produk tertentu. Zat yang dimaksud dapat berupa zat cair, fuel bahkan zat berbentuk padat seperti serbuk.

Dalam hal itu, industri kimia memerlukan sebuah alat penyimpanan. Alat penyimpanan tersebut sangat penting untuk menampung dan menyimpan zat-zat kimia tersebut. Berbeda dari alat penyimpanan pada umumnya, alat penampung zat pada industri kimia disesuaikan dengan keadaan dan sifat dari berbagai macam zat.

Untuk menyimpan fuel misalnya, akan dibuat dari bahan yang kuat, anti bocor, serta tahan panas untuk menjaga suhu fuel tetap stabil . Begitu pula dengan alat penyimpanan zat cair. Bahan dari penampung tidak boleh yang bersifat korosif karena alaminya zat cair dapat menimbulkan karat. Alat penyimpan zat padat juga didesain berdasarkan keamanan penyimpanan, dan tidak mengakibatkan zat tersebut berkurang dan berubah baik secara volume maupun bentuknya.

Ada three jenis alat penyimpanan / storage dalam industri kimia, mulai dari laboratorium hingga skala besar:

  1. Alat Penyimpanan Zat Padat

Jenis alat penyimpanan yang pertama yaitu alat penyimpanan zat padat. Salah satu yang paling sederhana adalah storage piles. Storage piles merupakan tempat penyimpanan dengan cara penumpukkan material padat. Materials yang disimpan diletakkan dan ditumpukkan di tempat terbuka maupun tertutup. Hanya saja, biasanya jenis benda / zat padat dari tumpukan tersebut adalah benda yang tidak terpengaruh dengan perubahan cuaca. Jenis batu-batuan serbuk misalnya, sering disimpan dengan cara ini.

Berikutnya ada alat penyimpanan berjenis Bin, Silo, dan Hopper yang ditujukan untuk menyimpan zat padat yang bisa terpengaruh cuaca, cepat rusak terkena udara, bisa larut dalam air, atau zat lainnya yang berbahaya. Tempat penyimpanan ini berupa wadah dengan materials berbahan baja dan memiliki penutup / seal yang kuat. Perbedaan dari ketiganya dapat dilihat dari ukuran dan diameter tangki. Untuk jenis Bin biasanya berukuran kecil, sedangkan Silo adalah tempat penyimpanan yang diameternya luas dan tinggi, biasanya digunakan pada skala industri. Jenis Hopper adalah jenis penyimpanan yang mirip Silo namun desain tabung untuk penempatan zat berada di bagian atas dengan bentuk lancip kebawah. Hal ini dikarenakan bagian bawah dapat digunakan untuk proses pengambilan isi tabung.

  1. Alat Penyimpan Zat Cair

Alat penyimpan zat cair menyerupai tangki. Jenis tangki yang dimaksud adalah jenius reservoir dan tangki penyimpan biasa. Reservoir adalah tangki yang berukuran besar baik dari ukuran, diameter, maupun kapasitasnya. Selain itu, reservoir juga tidak memiliki penutup.

Sedangkan tangki penyimpan lainnya terdiri dari berbagai bentuk dan jenis. Tangki-tangki jenis ini dapat digunakan untuk menyimpan zat cair yang memiliki sifat yang berbeda-beda. Jadi, penyimpanan harus disesuaikan dengan fase zat tersebut, yakni tekanan fluida, tekanan suhu, dan sebagainya.

Untuk laboratorium, alat penyimpanan laboratorium khususnya benda cair memiliki bentuk yang lebih kecil dan terbuat dari kaca karena sifatnya yang tembus pandang serta tahan panas. Desain tabung pun berbeda-beda sesuai kebutuhan penyimpanan. Selain itu proses penuangan / pemindahan zat cair ke wadah lainnya dapat dilakukan secara mudah karena tidak adanya segel ataupun penutup berat lainnya.

As One Centrifugal Tube di klikMRO.com
  1. Alat Penyimpan Zat Fuel

Untuk penyimpanan fuel, alat penyimpanan yang digunakan berbentuk tangki bola. Tangki bola adalah sebutan tangki yang berbentuk bundar untuk menyimpan zat fuel. Mengapa berbentuk bola? Hal tersebut dikarenakan sifat fuel yang selalu menyebar ke segala arah sehingga dengan pola bundar, maka fuel yang tersebar lebih merata dan berputar.

Dalam menentukan storage tangki bola perlu disesuaikan dengan tekanan, suhu dan jenis fuel yang disimpan. Terutama terkait bahan yang digunakan, juga harus disesuaikan dengan sifat fuel yang disimpan, baik berupa fuel nitrogen ataupun fuel lainnya yang mudah terbakar.

Spherical Fuel Tank

Tangki-tangki tersebut dibuat dari materials yang rapat, kuat dan juga tahan panas. Gunanya agar tidak terjadi kebocoran fuel maupun potensi kenaikan suhu fuel yang diakibatkan gesekan fuel terhadap lapisan dalam dalam tangki. Oleh karena itu, sekarang ini banyak ditemukan desain tangki yang menggunakan beberapa lapisan pelindung yang terbuat dari material serta desain yang berbeda-beda untuk melindungi fuel tersebut dari resiko kebocoran ataupun terbakar.

Berbagai jenis alat-alat penyimpanan tersebut sering ditemukan pada dunia industri, mulai dari industri farmasi, agrobisnis, pupuk, kimia, perminyakan, dan sebagainya yang melibatkan zat kimia tertentu pada prosesnya. 

Yang terpenting, perhatikan kualitas dari produk alat penyimpan yang ingin digunakan serta pahami sifat dan bentuk terhadap suatu zat yang hendak disimpan. Dengan pengetahuan yang memadai serta SOP yang sesuai, maka dapat menunjang produktivitas operasional penyimpanan industri terutama dalam hal safety.

Solusi alat penyimpanan / storage dalam industri kimia dapat Anda temukan disini.

Mengenal Keselamatan Kerja untuk Laboratorium

Comments