Belajar K3 di FKM UI

Setiap harinya, 6 Pekerja di Indonesia meninggal akibat kecelakaan kerja sementara di Eropa “hanya” ada 2 pekerja yang meninggal akibat kecelakaan kerja setiap harinya2. Data Kantor Kepolisian RI dari tahun 1992-2012 menunjukkan bahwa terjadi tren cenderung meningkat setiap tahunnya dalam jumlah angka kecelakaan. Pada kurun waktu tersebut, total 305.130 pekerja harus berhadapan dengan maut saat bekerja dan kerugian yang ditimbulkan mencapai angka 1.5 Triliun (BPS,2013). Angka-angka ini tentu menjadi ancaman besar untuk target Kemenakertrans yang ingin mencapai Indonesia berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Tahun 2015.

Besarnya masalah keselamatan kerja di atas membuat Indonesia membutuhkan ahli keselamatan kerja dengan jumlah yang besar pula. Salah satu lembaga pendidikan terbaik dan tertua di Indonesia dalam mencetak ahli keselamatan dan kesehatan kerja adalah Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

IMG_20140607_165629Pintu Masuk Departemen K3FKM UI

K3 FKM UI merupakan sebuah peminatan dari FKM UI. Hal ini berarti, jika mahasiswa ingin mendapatkan pendidikan di K3 FKM UI, mereka harus masuk menjadi mahasiswa FKM UI terlebih dahulu melalui berbagai macam seleksi masuk Universitas yang ada. Baru pada semester 3 atau semester 5 nanti, mahasiswa-mahasiswa FKM UI akan diperkenankan untuk memilih peminatan yang mereka sukai. Sistem ini tentu berbeda dengan sistem penerimaan yang ada di Fakultas Tekhnik, di mana mereka memiliki sistem penjurusan yang sudah bisa langsung dipilih di awal seleksi masuk universitas.

K3 FKM UI menawarkan kuliah-kuliah K3 dari Para Dosen terbaik di Indonesia. Setiap mahasiswa FKM UI harus menempuh minimal 144 SKS yang terdiri dari mata kuliah wajib universitas, fakultas dan peminatan serta tugas akhir. Mata kuliah peminatan khusus untuk K3 FKM UI antara lain adalah Manajemen Risiko yang membahas tentang pengendalian bahaya di tempat kerja, Hygiene Industri yang membahas pengukuran dan standard lingkungan kerja yang baik, manajemen bencana yang membahas tentang langkah-langkah untuk mempersiapkan pengendalian terhadap bencana yang muncul, mata kuliah faktor manusia yang membahas tentang K3 dalam perspektif perilaku manusia dan mata lain-lain.

Selain mata kuliah di kelas yang disebutkan di atas, K3 FKM UI juga menawarkan mata kuliah yang langsung terjun ke masyarakat seperti Mata kuliah magang K3 di perusahaan, simulasi bencana dan juga fire drill langsung di Pertamina Plumpang.

Untuk menunjang proses pendidikannya, K3 FKM UI menawarkan berbagai macam fasilitas seperti lab K3, lapangan futsal, dan perpustakaan. K3 FKM UI juga memiliki Pusat Kajian Terapan K3 (PTK3) yang telah menyelesaikan 72 penelitian dari tahun 1999-2013.

Lab-K3-FKM-1Lab K3 FKM UI

IMG_20140607_165335Lapangan Futsal FKM UI

IMG_20140607_123745Taman Bawah Pohon Mangga (BPM)

IMG_20140607_093701Seminar K3 Nasional

Lingkungan dalam proses belajar dan mengajar K3 FKM UI juga sangat kondusif. Para mahasiswa ditawarkan untuk aktif dalam berbagai macam organisasi sesuai dengan minatnya masing-masing sehingga mereka tidak hanya mendapatkan ilmu dari kuliah tetapi juga soft skill dari proses dan kegiatan organisasi.

Kedepannya, lulusan K3 FKM UI memiliki prospek yang menjanjikan dalam karirnya. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan akan Profesional K3 karena:

  1. Semakin banyaknya perusahaan yang berkomitmen dalam menerapkan K3, hal ini berpengaruh positif pada kontraktor dan supplier dalam penerapan K3 mereka
  2. Target Indonesia berbudaya K3 pada tahun 2015 oleh kemenakertrans membuat pemerintah berusaha untuk meningkatkan penerapan SIstem Manajemen K3 di semua perusahaan
  3. ASEAN free Trade Area (AFTA) pada tahun 2015 yang membuat setiap perusahaan akan memiliki standard K3 yang meningkat karena harus mengikuti Standard dari AFTA nantinya
  4. Pada tahun 2020 nanti, Indonesia diprediksi akan mendapatkan “bonus populasi” di mana pada saat itu Penduduk Usia Produktif akan sangat melimpah sehingga pekerja akan semakin banyak

Beruntungnya, dengan semua kelebihan ini, biaya per semester k3 FKM UI tidak begitu mahal dikarenakan semua peminatan di Universitas Indonesia masih mengikuuti Sistem Pembayar BOP berkeadilan. Di mana setiap Biaya Semester Mahasiswa disesuaikan dengan tingkat kesejahteraan orang tuanya. Biaya tersebut berkisar dari Rp. 0.- sampai Rp 7.500.000,-. Sebagai gambaran, pada tahun 2008, biaya semester saya hanya Rp 1.600.000,-. Cukup terjangkau dibandingkan dengan universitas lain.

Tantangan K3 FKM UI ke depan adalah untuk terus meningkatkan penelitiannya sehingga bermanfaat untuk Keselamatan Kerja di Indonesia. K3 FKM UI juga harus selalu memperbaharui referensi-referensi yang dipakai dalam kuliahnya. Selain itu, K3 FKM UI juga harus memperkuat kompetensi para lulusannya mengingat para lulusannya itu nanti akan bersaing dengan K3 dari Universitas Lain atau bahkan dengan jurusan lain yang kadang lebih “diminati” oleh perusahaan ketimbang lulusan K3 sendiri.

Simak juga tentang 14 Tempat Kuliah Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Perguruan Tinggi Negeri

Bagaimana agar Bisa Memiliki Profesi K3 di Luar Negeri?

Bekerja dengan profesi K3 di luar negeri menjanjikan beberapa keuntungan. Keuntungan yang bisa menjadi pertimbangan utama adalah tingginya rate gaji yang ditawarkan. Tentunya, gajinya menyesuaikan dengan rate gaji negara tujuan yang mana jika kita kirimkan uang sedikit saja untuk sanak keluarga di Indonesia, hasilnya bisa berkali lipat dari yang kita dapat di dalam negeri sendiri.

Manfaat lain dari memiliki profesi K3 di luar negeri adalah meningkatkan ilmu pengetahuan kita karena pastinya standar yang dipakai sudah diakui secara internasional. Selain itu, karir yang lebih baik juga bisa menanti kita sekembalinya kita dari luar negeri karena kita sudah terbiasa bergaul dengan multi ras yang bisa meningkatkan kemampuan komunikasi kita dan berbagai skill lain yang pastinya berguna untuk diterapkan di dalam negeri.

dunia di tangan

Ilustrasi dunia di tangan

Satu-satunya cara jika ingin cepat bekerja di seputar middle east adalah anda punya track record dan pengalaman yang mumpuni. Artinya, anda harus mengusahakan masuk perusahaan yg sudah dikenal luas.

Jika ingin kerja di client disini (red: middle east),usahakan Anda selama di Indonesia bisa masuk Chevron, Total, BP, Pertamina atau perusahaan yang sejenis. Sebaliknya, jika peluang kerja hanya di perusahaan kontraktor, usahakan masuk ke kontraktor ternama misalnya Technip, Amec, McDermott, Saipem, dan lain-lain.

Plot di middle east terbagi 4 kompetensi setidaknya yaitu:

  • process safety/loss prevention,
  • environmental,
  • safety, dan
  • manajemen

Jika ingin masuk ke tim penanggulangan kebakaran juga bisa, namun biasanya hanya teman-teman dari Indonesia yang fisiknya luar biasa yang diterima. Ada satu lagi yaitu quality dan audit, namun agak jarang saya temui yang asli Indonesia.

Ambil training yang sifatnya sertifikasi seperti NEBOSH, OHST, CSP, CIH, dan seterusnya. Ambil pelatihan yang juga mendukung jalur kompetensi yang Anda pilih. Misalnya, saya sudah memang memilih process safety, maka yang saya cari tentu sertifikasi dan training di jalur ini misalnya training Hazop leader, training gas explosion analysis, sertifikasi sebagai CSP atau CFSE/CFSP.

Baca juga: Daftar Kompetensi Pelatihan K3 di Indonesia

Lakukan evaluasi pada diri sendiri bahwa Anda kuat dimana? lemah dimana? sedang-sedang dimana? jago di urusan apa (membuat laporan, presentasi, kalkulasi, audit, inspeksi, atau apa ?)

Saya menggunakan metoda SWOT (strength, weakness, opportunity, threat) terhadap diri saya sendiri sebelum saya memilih jalur dan karir pilihan saya sendiri agar benar-benar yakin dan tahu tujuan 5-10 tahun lagi setidaknya untuk saya, keluarga dan orang sekitar kita.

profesi k3 migas di salju

Kemudian satu lagi yg anda mesti perhatikan adalah Curriculum Vitae, pastikan struktur Curriculum Vitae anda mudah dipahami, berbahasa Inggris, dan informasinya akurat. Banyak kawan dari Indonesia yg gagal karena Curriculum Vitaenya tidak dipoles atau tidak punya informasi yg memang menarik minat recruiter international.

Terakhir banyak berdoa dan tetaplah usaha. Ini saja saran saya. Good luck.

Ada yang nanya begitu ke saya dan saya share supaya jadi bahan belajar dan intropeksi ulang kita semua juga.

 

14 Kuliah Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PTN

Kuliah jurusan keselamatan dan kesehatan kerja kini semakin banyak dibuka oleh perguruan tinggi negeri. Hal ini sangat wajar mengingat permintaan yang tinggi dari dunia kerja. Permintaan tersebut muncul karena masih tingginya angka kecelakaan di Indonesia, meningkatnya kesadaran dari pelaku bisnis tentang pentingnya K3 serta munculnya kebutuhan untuk memenuhi persyaratan keselamatan kesehatan kerja baik dari pemerintah atau dari klien.

20125221022251351http://sie.gxmu.edu.cn/file/201205/2210224601.aspx

    Baca juga:

Berikut adalah daftar 14 Kuliah Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Perguruan Tinggi Negeri khusus Pulau Jawa:

Daftar Isi

01. S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Studi S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini termasuk dalam Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Kuliahnya bertempat di Jl. Ir. H. Juanda No.95 Ciputat 15412. Berdasarkan Keputusan BAN-PT No.192/SK/BAN-PT/Ak-XVI/8/IX/2013, Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat ini sudah mendapatkan akreditasi B.

kuliah jurusan keselamatan dan kesehatan kerja uin jakarta

Rektorat UIN Jakarta via akurat.co

Program Studi Kesehatan Masyarakat bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang mampu dalam mengintegrasikan ilmu kesehatan dengan keislaman untuk memenuhi kebutuhan sarjana kesehatan yang Islami yang bersedia bekerja di seluruh pelosok tanah air. Gelar akademik yang diperoleh adalah Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM).

02. S1 Teknik Keselamatan dan Proteksi Kebakaran, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama dengan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuka program studi (prodi) baru yakni program S-1 Teknik Keselamatan dan Proteksi Kebakaran mulai tahun 2011/2012. Kerja sama tersebut tertuang dalam nota kesepakatan nomor 47/H39/DT/2011 dan 4195/-072. Studi ini telah mendapatkan 37 Mahasiswa dalam tahun pertamanya. Prodi ini masuk dalam jurusan Teknik Mesin.

kuliah jurusan k3 UNJ

Gedung UNJ via unj.ac.id

03. S1 Keselamatan Kerja, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyrakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPN Jakarta)

UPN Jakarta telah menjadi Perguruan Tinggi Negeri sejak tahun 2014 lalu. UPN memiliki Fakultas Ilmu Kesehatan yang salah satu programnya adalah S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat. Program ini telah memiliki akreditasi B dari pemerintah di tahun 2013. Dalam S1 Kesmas, terdapat peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

kuliah k3 UPN Veteran Jakarta

04. S1 & S2 Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Indonesia (UI)

Tingginya kebutuhan akan lulusan K3 untuk menunjang pelaksanaan K3 di tempat kerja serta berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak pada kondisi tempat kerja yang dinamis, maka Departemen K3 mengembangkan keilmuan K3. Lima bidang keilmuan K3 yang dikembangkan di Departemen K3 FKM UI yang bersifat multidisiplin adalah sebagai berikut:

  • Kesehatan Kerja (Occupational health)
  • Keselamatan Kerja (Occupational safety)
  • Ergonomi (ergonomic)
  • Higiene Industri (Industrial Hygiene)
  • Faktor manusia dan perilaku dalam K3 (Human Factor and behavior in OHS)

kuliah jurusan k3 UI

Gedung Rektorat UI via pinterest.com

Departemen K3 FKM UI mengelola Program Sarjana Kesehatan Masyarakat peminatan K3 (regular dan ekstensi) dan Program Studi Magister K3. Hasil akreditasi BAN PT untuk PS Magister K3 adalah A. Begitupula hasil akreditasi untuk Program Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat yang sebelumnya ada peminatan K3 adalah A. Mulai Tahun 2015, Universitas Indonesia telah membuka program studi S1 Keselamatan Kesehatan Kerja

05. Program Magister (S2) Teknik dan Manajemen Keselamatan Kebakaran (Fire Safety Engineering and Management), Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT-UI)

Program studi ini lebih spesifik yakni mengkhusukan pada teknik keselamatan kebakaran. Pendirian program studi ini dilatarbelakangi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan semakin meningkatnya kesadaran akan keselamatan terhadap kebakaran dan dampaknya, kebutuhan akan sumber daya yang memiliki keahlian khusus dan kompetensi yang mampu memanfaatkan, mengelola dan mengembangkan teknologi yang berhubungan dengan keselamatan kebakaran.

Oleh karena itu, Departemen Teknik Mesin melalui Program Magister Teknik (S2) bidang Teknik dan Manajemen Keselamatan Kebakaran (Fire Safety Engineering and Management) mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi dan mampu menghadapi perkembangan dibidang Teknologi dan Manajemen Keselamatan Kebakaran secara khusus baik dalam lingkup masyarakat maupun industri.

06. S2 Keselamatan Kesehatan Lingkungan. Program Studi Teknik Lingkungan. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (FTSL ITB)

Jalur Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan (KKL) diharapkan memiliki kompetensi spesifik yaitu dapat mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi kondisi kesehatan dan keselamatan lingkungan (termasuk lingkungan kerja), serta merencanakan, meningkatkan dan memantau pengelolaan lingkungan.

kuliah jurusan k3 ITB

Gedung ITB via Suaranasional.com

Latar belakang yang bisa menempuh jalur ini adalah latar belakang pendidikan sarjana bidang sains, rekayasa/keteknikan, dan kesehatan masyarakat. Program ini selain telah mendapatkan akreditasi dari BAN PT, juga telah mendapatkan akreditasi dari Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) Amerika Serikat

07. S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan Masyrakat Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)

Bagian K3 menyelenggarakan proses pendidikan dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja. Pendidikan S1 Kesehatan Masyarakat dengan minat K3 dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan ahli K3 di berbagai sektor pekerjaan.

Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja UNSOED merupakan bagian dari Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan. Program S1 Kesehatan Masyrakat sendiri telah memiliki akreditasi B dari BAN PT.

08. S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Diponegoro

Keberadaan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro berawal dari terbitnya Surat Keputusan Rektor Universitas Diponegoro No.01/SK/PT.09/1985 tanggal 4 Januari 1985 tentang berdirinya Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (PSKM-FK UNDIP). Dalam pengembangannya menjadi fakultas, PSKM FK-UNDIP mendapatkan bantuan dana dari proyek pengembangan FKM se-Indonesia yang merupakan proyek kerja sama antara Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan USAID.

kuliah K3 Undip

Gerbang Universitas Diponegoro via Tempo.co

Setelah semua persyaratan berdirinya sebuah fakultas dipenuhi, maka pada tanggal 21 November 1993 keluarlah surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0369/O/1993 tentang berdirinya Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro. Sejak itu Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro secara resmi menjadi fakultas sendiri.

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro telah mendapatkan akreditasi A dari BAN PT dan ISO 9001:2008.

09. Program Studi D4 Kesehatan Keselamatan Kerja, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS)

Program Studi D-III dan D-IV Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran UNS  didirikan pada tanggal 24 Juni 2005 yang merupakan satu-satunya dan baru pertama kali di Indonesia. Penyelenggaraan bidang ini dimaksudkan untuk menyediakan lulusan berkeahlian bidang kesehatan kerja yang terampil dari proses, perencanaan, dan manajerial. Program ini diselenggarakan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Pendidikan Tinggi yang direkomendasi Departemen Kesehatan cq. Pusat Kesehatan Kerja.

kuliah jurusan keselamatan dan kesehatan kerja k3 UNS

Gedung Rektorat UNS via blog.uns.ac.id

Program ini telah mendapatkan Akreditasi B dari BAN PT hingga 2018.

10. Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Kerja, Fakultas Kedokteran, Universitas Gajah Mada (UGM)

Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Kerja Program Pascasarjana Fakultas Kedokteran UGM bertekad menjadi lembaga pendidikan, penelitian dan penerapan ilmu kesehatan kerja dan kedokteran industri, yang tidak hanya bertaraf nasional tetapi juga internasional bagi akademisi, memiliki tenaga profesional dalam bidang ilmu kesehatan kerja dan kedokteran industri dalam upaya mencegah terjadinya penyakit baik penyakit akibat kerja maupun penyakit-penyakit akibat lingkungan kerja yang tidak sehat.

kuliah jurusan keselamatan dan kesehatan kerja UGM

Gedung Rektorat UGM via ugm.ac.id

Program ini telah mendapatkan akreditas C dari BAN PT dan berlaku hingga 2017.

Update 2019: S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat UGM telah memiliki akreditasi A

11. Program Magister (S2) Rekayasa Keselamatan Industri (MRKI), Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT-UGM)

Program Magister Rekayasa Keselamatan Industri (MRKI) ini merupakan program yang dikelola oleh Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dan diselenggarakan bersama dengan Jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Program ini memberikan gelar Magister Teknologi (MT).

Materi program MRKI mencakup teori dan aplikasi rekayasa keselamatan industri dari pandangan keteknikan, dipadu dengan permasalahan sosial-lingkungan-budaya, serta ekonomi manajemen. Keseluruhan materi dijabarkan ke dalam beberapa matakuliah, masing-masing matakuliah mengandung aspek teknik (fenomena fisik dan teknologi rekayasa keselamatan) serta aspek non teknik (ekonomi, kelembagaan dan manajemen).

Program studi ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan setingkat magister dengan kemampuan di bidang rekayasa keselamatan yang diperlukan dalam berbagai instalasi industri yang kompleks dan berpotensi bahaya tinggi seperti dalam industri kimia, industri transportasi, industri energi, dan industri nuklir.

Nama program studi ini menggunakan nama istilah ‘rekayasa’ dan bukan ‘teknik’, karena sebenarnya istilah ‘engineering’ dalam Bahasa Indonesia memang lebih tepat diterjemahkan sebagai “rekayasa’.

12. S1 Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang (UNNES)

Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat  merupakan salah satu prodi yang ada di Fakultas Ilmu Keolahragaan. Program Studi ini menyelenggarakan pendidikan dengan tujuan menghasilkan lulusan ahli kesehatan masyarakat dengan kualifikasi Sarjana Kesehatan Masyarakat (S1) yang unggul, profesional, terampil, dan peka terhadap kelestarian lingkungan sosial-budaya. Dalam mencetak Sarjana Kesehatan Masyarakat, prodi ini mempunyai 4 peminatan/ konsentrasi keahlian yaitu epidemiologi, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja, serta promosi kesehatan

kuliah jurusan k3 UNNES

Rektorat UNNES

Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat sendiri telah mendapatkan akreditasi B berdasarkan Surat keputusan BAN PT Nomor 026/BAN-PT/Ak-XII/S1/IX/2009.

13. Program Studi D4- Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Di tahun 2003, kerja sama antara Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya ITS dengan Depnakertrans RI menghasilkan sebuah program pendidikan formal, yaitu Program Studi Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Safety Engineering) dengan jenjang studi D4 atau setara S1 dengan gelar lulusan sebagai Sarjana Sains Terapan (S.ST) dan juga berhak mendapatkan Sertifikat Ahli K3 Umum melalui uji kompetensi.

kuliah jurusan kesehatan dan keselamatan kerja k3 PPNS

Rektorat PPNS

Saat itu Program Studi Teknik K3 ini menjadi yang pertama dan satu-satunya Program Studi Vokasi Bidang Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Safety Engineering) yang ada di Indonesia. Pendirian Program Studi ini dikukuhkan dengan surat keputusan Dirjen DIKTI, yaitu: SK No. 475/D/T/2003, dan ijin penyelenggaraan Program Studi K3 Jenjang D4 tanggal 13 Maret 2003.

Program Studi Teknik K3 merupakan salah satu program studi favorit di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya dilihat dari sisi peminatan mahasiswa ataupun kebutuhan lulusan di pasar kerja. Program ini mengalami peningkatan peminat dari tahun ke tahun. Program Studi Teknik K3 telah memperoleh akreditasi A dari Badan Akreditasi nasional (BAN-PT) dengan No.004/BAN-PT/Ak-VII/Dpl-IV/VII/2010 ,tanggal 9 Juli 2010

14. Program Studi D3 Hiperkes dan Keselamatan Kerja serta S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Program Studi Ilmu Kesehatan Masyrakat Fakultas Kesehatan Masyrakat Universitas Airlangga (UNAIR)

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) merupakan salah satu pelopor berdirinya FKM di Indonesia. Fakultas ini memiliki 2 studi terkait dengan keselamatan kerja yaitu D3 Hiperkes Keselamatan Kerja yang telah memiliki akreditasi A dari BAN PT serta S1 Keselamatan Kerja Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyrakat yang juga telah mendapatkan akreditasi A.

kuliah jurusan keselamatan dan kesehatan kerja K3 UNAIR

Rektorat UNAIR via news.unair.ac.id

Selain perguruan tinggi negeri, Katigaku.top juga mengulas berbagai macam jurusan keselamatan dan kesehatan kerja yang ada di kampus swasta. Silakan dibaca tulisan berikut 9 Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Perguruan Tinggi Swasta.

Referensi

D4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja. (n.d.). Retrieved May 16, 2015, from PPNS Surabay: http://ppns.ac.id/jurusan-dan-program-studi/d4-teknik-keselamatan-dan-kesehatan-kerja/

Daftar Universitas di Jakarta Ter-akreditasi BAN-PT. (n.d.). Retrieved May 16, 2015, from BAN PT Akreditasi Universitas di Indonesia Terbaik: http://ban-pt-universitas.blogspot.com/2015/02/daftar-jurusan-dan-universitas-di-jakarta-terakreditasi-ban-pt-7.html

Ergonomi Fit. (n.d.). Program Studi Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Retrieved May 16, 2015, from Ergonomi Fit: http://ergonomi-fit.blogspot.com/2012/04/program-studi-teknik-keselamatan-dan.html

Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip. (n.d.). Sejarah. Retrieved May 16, 2015, from Universitas Negeri Diponegoro: http://fkm.undip.ac.id/bagianjurusan/program-s1/keselamatan-dan-kesehatan-kerja/

FK UGM. (2010, December 11). Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Kerja Master in Occupational Health. Retrieved May 16, 2015, from FK UGM: http://fk.ugm.ac.id/2010/12/program-studi-s2-ilmu-kesehatan-kerja/

FKM UI. (n.d.). Tentang Kami: Departemen Keselamatan Kesehatan Kerja. Retrieved May 16, 2015, from Fakultas Kesehatan Masyrakat Universitas indonesia: http://www.fkm.ui.ac.id/tentang-kami/departemen/keselamatan-dan-kesehatan-kerja/

FKM UNAIR. (n.d.). Fakultas Kesehatan Masyarakat. Retrieved May 16, 2015, from http://www.unair.ac.id/kesehatan-masyarakat-fakultas_10.html

Himakesja UNS. (2010, Februari 24). Profil D IV Kesehatan Kerja. Retrieved May 16, 2015, from Himakesja UNS: http://himakesjauns.blogspot.com/2010/02/profil-d-iv-kesehatan-kerja.html

Institut Tekhnologi Bandung. (2015). Sekolah Pasca Sarjana Institut Tekhnologi Bandung. Jawa Barat, Bandung: ITB.

Megarani, A. M. (2o11, September 16). UNJ Buka Jurusan Proteksi Kebakaran dan Teknik Keselamatan. Retrieved May 16, 2015, from Tempo.co: http://www.tempo.co/read/news/2011/09/16/079356574/UNJ-Buka-Jurusan-Proteksi-Kebakaran-dan-Teknik-Keselamatan

Online Consultant. (2014, December 13). Akreditasi dan Profil Jurusan Kedokteran UIN Jakarta. Retrieved May 16, 2015, from Pendidikan Dokter: http://www.pendidikandokter.com/2014/12/akreditasi-dan-profil-fk-uin-jakarta.html

Prasetyo, D. A. (2013, October 17). Daftar Prodi dan Akreditasi Universitas Sebelas Maret (UNS) dari Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang masih berlaku . Retrieved May 16, 2015, from D’Friends Forever: http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com/2013/10/daftar-prodi-dan-akreditasi-universitas.html

Teknik Keselamatan Dan Kesehatan Kerja dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. (n.d.). Retrieved May 16, 2015, from Profil Program Studi: http://www.profilprodi.com/detail/005014-32304.html

UGM. (n.d.). Hasil Akreditasi Program Studi di Lingkungan Universitas Gadjah Mada. Retrieved May 16, 2015, from UGM: http://kjm.ugm.ac.id/dev/akreditasi/

Universitas Islam Negeri Jakarta. (n.d.). Retrieved May 16, 2015, from UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: http://www.uinjkt.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=60&Itemid=76

Universitas Soedirman. (n.d.). Daftar Fakultas. Retrieved May 16, 2015, from Universitas Soedirman: http://unsoed.ac.id/id/node/39

UNNES. (2011, Februari 23). Kesehatan Masyarakat (S1). Retrieved May 16, 2015, from UNNES: http://unnes.ac.id/prodi/kesehatan-masyarakat-s1/

Wardoyo, I. K. (2011). SKRIPSI UPN. Jakarta: UPN Veteran Jakarta.

 

 

Contoh Soal AK3 Umum (Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum)

Contoh soal AK3 Umum (Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum) sangat diperlukan bagi mereka yang ingin mendapatkan sertifikasi AK3 Umum. Ahli Keselamatan Kerja menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja adalah tenaga teknis berkeahlian khusus dari Luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-undang ini (UU 1 Tahun 1970).

Pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 2 Tahun 1992, Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah tenaga teknik berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-undang Keselamatan Kerja.Adanya Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja ini sangat penting karena diamanatkan dalam Permenaker Nomor 2 Tahun 1992 pasal 2:

(1) Menteri Tenaga Kerja atau Pejabat yang ditunjuk berwenang menunjuk ahli keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kerja dengan kriteria tertentu dan pada perusahaan yang memberikan jasa dibidang keselamatan dan kesehatan kerja.

(2) Kriteria tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah:

a.Suatu tempat kerja dimana pengurus mempekerjakan tenaga kerja lebih dari 100 orang;
b.Suatu tempat kerja dimana pengurus mempekerjakan tenaga kerja kurang dari 100 orang akan tetapi menggunakan bahan, proses, alat dan atau instalasi yang besar risiko bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja;

Ahli K3 umum juga dapat dipandang penting bagi karir profesional di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Banyak lowongan K3 yang mempersyaratkan status sebagai ahli K3 Umum. Maka, tak heran muncul banyak lembaga pelatihan yang memberikan pelatihan Ak3 Umum.

Pelatihan Ahli K3 umum biasanya dilaksanakan selama 2 minggu (12 hari) dengan materi tentang semua regulasi keselamatan dan kesehatan kerja dari Kementerian Tenaga Kerja serta materi keselamatan dan kesehatan dasar. Pematerinya berasal dari unsur swasta, akademisi, dan juga pihak pemerintah. Di hari-hari akhir pelatihan, biasanya akan dilakukan pengumpulan laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan juga akan dilaksanakan ujian akhir ahli K3 Umum.

latihan contoh soal ak3

Ilustrasi Penilaian AK3 Umum

Contoh soal Ak3 Umum dapat diunduh dalam tautan di bawah ini:

Contoh Soal AK3 Umum 1

Contoh Soal AK3 Umum 2

Contoh Soal AK3 Umum 3

Contoh Soal AK3 Umum 4

Contoh Soal Ak3 Umum bagian pesawat uap

Latihan Soal AK3 Umum bagian kelembagaan

Latihan Soal AK3 Umum bagian kesehatan kerja dan lingkungan kerja

Latihan Soal AK3 Umum bagian mekanik, bejana listrik, bangunan dan kebakaran

Pengalaman Magang K3 FKM UI

Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) merupakan salah satu mata kuliah semester 7 di program studi S1 K3 FKM UI. Mata kuliah PBL ini dilakukan pada saat liburan semester 6 menuju semester 7. PBL ini dilaksanakan di daerah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor selama 34 hari. Mahasiswa S1 K3 dibagi menjadi beberapa kelompok, anggota kelompok dimasing-masing kelompok terdiri dari 9 – 10 orang dan tiap kelompoknya di sebar ke tiap desa yang ada di Kecamatan Babakan Madang.

Kelompok – kelompok tersebut disebar ke tiap desa dengan tujuan untuk mengidentifikasi masalah K3 yang ada di masyarakat. Sehingga harapanya mahasiswa S1 K3 dapat menentukan prioritas masalah K3 di Masyarakat dan menyusun program intervensi yang tepat. Setiap kelompok memiliki Pembimbing Fakultas (PF) sebagai fasilitator dari kampus dan Pembimbing Lapangan (PL) sebagai fasilitator dari puskesmas di desa masing-masing kelompok.

Tanggal 12 Juli 2018 mahasiswa S1 K3 diberikan pengarahan oleh pihak Kecamatan Babakan madang. Setelah pengarahan, semua mahasiswa di jemput oleh perwakilan desa untuk diantarkan ke tempat tinggal yang sudah disediakan oleh pihak fakultas. Pada minggu pertama, tiap kelompok melakukan adaptasi dengan warga di desa masing-masing. Pada minggu kedua, tiap kelompok mulai mengambil data sekunder (data puskesmas, data dari kantor desa data dari RW hingga RT) dan data primer (metode wawancara). Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam mengidentifikasi masalah dan menentukan prioritas masalah K3.

Ketika data yang dikumpulkan dirasa sudah cukup, mahasiswa S1 K3 mulai melakukan konsultasi dengan masing-masing pembimbing serta melakukan survey ke lapangan untuk melihat lebih jelas terkait permasalahan yang akan diangkat. Pada proses ini, ilmu yang telah diajarkan di kampus sangat terpakai. Kemampuan dalam mengidentifikasi sebuah masalah dan menentukan masalah mana yang menjadi prioritas sangat dibutuhkan. Jika masalah yang dianggap menjadi prioritas tidak memiliki dasar yang kuat, tentu pembimbing tidak akan mengizinkan kelompok untuk mengangkat masalah tersebut.

Di Desa Sentul terdapat 16.312 jiwa penduduk. 40% dari jumlah penduduknya bekerja di industri pengolahan tepung tapioka. Sistem pengolahannya pun masih sederhana serta penerapan K3 yang seadanya. Hal ini membuat Kelompok 3 (1 dari 6 kelompok K3 yang dibentuk) mengangkat masalah “Penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Produsen Tepung Tapioka”.

pengolahan tapioka

pengolahan tapioka S1 K3 FKM UI

Pengolahan tapioka

Pengolahan tapioka

pengolahan tapioka

pengolahan tapioka

Gambaran Keadaan Pengolahan Tepung Tapioka di Desa Sentul

Setelah menentukan prioritas masalah, kelompok 3 mulai menyusun intervensi yang akan dilakukan. Konsultasi serta diskusi bersama para pembimbing, perangkat puskesmas serta desa dilakukan demi terciptanya intervensi yang tepat. Tantangan yang cukup berat dalam mempersiapkan intervensi ialah menentukan tempat pengolahan tepung tapioka yang akan diintervensi. Hal ini dibutuhkan softskill berkomunikasi yang baik, hal ini juga menjadi salah satu modal sebagai ahli K3. Bagaimana seorang ahli K3 dapat menyampaikan sebuah masalah K3 yang belum tentu menurut pemilik perusahaan itu menjadi sebuah masalah ataupun menjadi prioritas masalah di perusahaan tersebut. Untuk mempermudah dalam berkomunikasi, kelompok 3 memberitahu hasil dari wawancara pekerja serta data sekunder yang diperoleh. Hal ini menjadi sebuah dasar kenapa perlu diadakan intervensi di tempat pengolahan tepung tapioka tersebut. Alhasil terdapat 6 tempat pengolahan tepung tapioka, dengan total pekerja 60 orang yang akan di intervensi oleh kelompok 3 dalam waktu 2 hari.

Sebagai alat ukur keberhasilan dari intervensi dibuat pre-post-test. Hal ini dilakukan untuk mengukur apakah pengetahuan para peserta sebelum dan setelah pelaksaan intervensi terdapat peningkatan. Penyajian materi dalam kegiatan intervensi menggunakan beberapa media komunikasi, antara lain slide powerpoint, video terkait cara kerja aman di tempat kerja, serta poster penggunaan perlengkapan kerja, poster cuci tangan, dan poster cara kerja aman. Dengan pengunaan media komunikasi tersebut dapat membantu narasumber dalam penyampaian informasi kepada para pekerja.

Pada kegiatan intervensi terdapat sesi kuis interaktif yang bertujuan agar sasaran primer dan sekunder tidak bosan terhadap kegiatan intervensi. Dalam sesi kuis interaktif, terdapat 10 pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan oleh pembicara dan 10 hadiah bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Kegiatan ini menambah antusiasme dari para pekerja sehingga acara dapat berjalan dengan baik. Setelah intervensi ini dilakukan, tindaklanjut yang dilakukan oleh pihak puskesmas setempat ialah membangun POS UKK dalam waktu dekat. Sebagai salah satu cara untuk memberikan edukasi lebih lanjut mengenai K3 pada industri rumahan pengolahan tepung tapioka di desa sentul.

Sistem belajar dengan cara terjun ke lapangan langsung saat masih berkuliah sangatlah penting, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang sudah diperoleh selama duduk di bangku perkuliahan, mahasiswa ditantang untuk dapat beradaptasi dengan cepat karena jika lambat dalam beradaptasi mungkin target-target yang sudah ditetapkan tidak dapat tercapai, selain itu mahasiswa dapat mengasah kemampuan dalam berkomunikasi dengan orang baru yang memiliki background pendidikan yang berbeda. Sehingga harapannya jika sudah menjadi sarjana, ilmu serta keterampilan yang diperoleh semasa kuliah menjadi bekal para mahasiswa S1 K3 FKM UI untuk mampu bersaing dengan para sarjana dari kampus lain.

magang k3 fkm ui

magang K3 FKM UI

magang K3 fkm ui

Kegiatan Berkunjung ke Puskesmas, Kantor Desa, Klinik Setempat, Rumah Ketua RW, RT dan Wawancara Pekerja untuk Mencari data dalam Menentukan Prioritas Masalah

Kegiatan Konsultasi dengan Pembimbing Fakultas (PF) dan Pembimbing Lapangan (PL)

Kegiatan Intervensi di Desa Sentul

poster K3 dari K3 FKM UI

Poster Ergonomik

Pemasangan Poster dan Spanduk di Tempat Pengolahan Tepung Tapioka

8 Tips untuk Lulusan K3 Baru dalam Mencari Pekerjaan

Ratusan hingga ribuan lulusan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dihasilkan setiap tahunnya oleh Perguruan Tinggi Negeri ataupun Perguruan Tinggi Swasta di Seluruh Indonesia. Jumlah ini tentunya menggembirakan karena memang Indonesia masih membutuhkan banyak K3 mengingat tingkat kecelakaan kerja di Indonesia yang masih tinggi.

Namun, di sisi lain, lulusan k3 yang begitu banyak ini harus bersaing satu sama lain untuk mendapatkan lapangan pekerjaan yang sudah diisi oleh para seniornya. Belum lagi dalam dunia K3, mereka tak hanya bersaing dengan lulusan K3 saja tapi juga bersaing dengan lulusan teknik, medik, bahkan sastra untuk mendapatkan pekerjaan di dunia K3.

Berikut adalah tips untuk para lulusan k3 baru (fresh graduate) dalam mencari pekerjaan di dunia K3:

01. Menjadi excellence di kehidupan akademik dan sosial

Meraih indeks prestasi yang tinggi ketika kuliah adalah hal yang bagus namun kehidupan kuliah tidaklah seperti kehidupan SMA yang hanya fokus kepada hasil akhir di rapot. Saat kuliah, kita bisa menjadi lebih luar biasa dengan mengikuti berbagai kompetisi, konferensi atau penulisan jurnal untuk menambah wawasan kita. Kita juga dituntut agar bisa bermanfaat kepada lingkungan sekitar dengan berbagai macam kegiatan organisasi.

Prestasi di luar akademik di atas akan menjadikan kita memiliki banyak soft skill yang tidak pernah diajarkan di kehidupan intra akademik. Prestasi-prestasi tersebut juga akan memperkaya Curriculum Vitae kita. Selain itu, tabungan-tabungan kebaikan dalam berbagai macam aktivitas kita di luar akademik juga akan menjadi pembuka jalan kita untuk mencari penghasilan yang baik.

02. Pekerjaan dimulai saat magang bukan saat lulus

Biasanya, mahasiswa akan diminta magang oleh kampus pada saat semester-semester akhir. Beberapa mahasiswa lebih memilih masa magang yang singkat daripada masa magang yang panjang karena ingin cepat kembali ke keluarga atau ingin segera mengerjakan skripsi.

Magang yang singkat memang di satu sisi memiliki keuntungan seperti di atas, namun magang yang singkat juga membuat kita kehilangan banyak kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah kita dapatkan di bangku kuliah ataupun mendapatkan ilmu baru dari proses magang.

Gambar 1. Ilustrasi Wawancara Kerja

http://www.happyfox.com/blog/most-effective-customer-service-interview-questions/

Selain itu, sebagai fresh graduate, hal yang pasti ditanyak oleh pewawancara kerja adalah “berapa lama dan di mana Anda magang?”. Di saat pertanyaan itu diajukan, jawaban yang diharapkan adalah masa yang lebih lama untuk magang dan perusahaan yang representatif sebagai tempat kita magang.

03. Sertifikasi harus sesuai dengan kompetensi

Sertifikasi bagi fresh graduate di bidang K3 memang menjadi sebuah problem. Hal ini dikarenakan banyak lowongan kerja di K3 yang mempersyaratkan Ahli K3 Umum sementara untuk menjadi Ahli K3 Umum harus memiliki pengalaman 2 tahun sesuai dengan amanah UU 1 1970.

Seharusnya, sertifikasi Ahli K3 Umum ini menjadi kewajiban perusahaan bukan kewajiban profesional K3. Perusahaan idaman untuk menjadi tempat kerja adalah perusahaan yang lebih mementingkan kompetensi daripada sertifikasi. Hal ini penting karena beberapa orang yang memiliki sertifikasi di dunia K3 namun masih kesulitan untuk membedakan Bahaya dan Resiko ataupun membuat Job Safety Analysis.

Jika Anda memutuskan untuk memiliki sertifikasi, pastikan kompetensi yang ada miliki sudah sesuai dengan apa yang menjadi ekspektasi kita, penyelenggara pelatihan ataupun pemberi kerja. Ingatlah bahwa tanggung jawab kita sangat berat untuk memastikan orang lain selamat.

04. Membaca banyak referensi keilmuan

Kadang, salah satu penyakit dari lulusan K3 dari perguruan tinggi adalah rasa sombong dan menganggap ilmu yang dia kuasai sudah cukup untuk membuat tempat kerja selamat. Ini adalah sebuah pendapat yang keliru karena ilmu yang kita dapatkan di bangku kuliah sangatlah sedikit.

Di tempat kerja masih banyak ilmu yang didapatkan. Selain itu, referensi-referensi lain baik itu buku, artikel, jurnal di bidang K3 juga sangat banyak dan mudah diakses di internet, milist atau grup komunitas K3. Kita hanya memerlukan rasa ingin tahu yang tinggi dan kemampuan Bahasa Inggris untuk dapat memahami lebih banyak referensi K3.

Semakin banyak kita membaca referensi di K3, maka kita akan merasa semakin bodoh. Artinya, kita akan merasa bahwa ilmu yang kita dapatkan masih terlalu sedikit dan akan mencari tambahan ilmu yang lain. Ilmu-ilmu ini kelak akan sangat berguna untuk kita menciptakan tempat kerja yang lebih selamat.

05. Melamar ke banyak perusahaan

Saat ini sudah banyak sarana untuk mencari lowongan. Kita bisa mendapatkan lowongan pekerjaan K3 terbaru di milist, jobstreet, linkedin ataupun dengan sarana lain. Sarana-sarana ini memudahkan kita untuk mengirim lamaran sebanyak-banyaknya.

Namun, banyaknya sarana ini kadang tidak disertai dengan kecerdasan kita dalam melamar kerja. Beberapa orang mengirim lamaran kerjanya hanya dengan melampirkan curriculum vitae saja di email tanpa adanya surat pengantar di body email. Beberapa orang lebih parah lagi ada yang hanya mengetik “interested” di Linkedin.

Untuk mengirim lamaran kerja yang baik, kita harus mempersiapkan curriculum vitae yang ringkas dan berkualitas maksimum sebanyak 2 lembar saja. Sebaiknya curriculum vitae disimpan dalam bentuk pdf kemudian dikirim melalui email dengan surat pengantar yang diketik di body email.

06. Menjadi kandidat idaman dalam wawancara kerja

Setelah Anda dipanggil untuk wawancara kerja di tempat yang Anda lamar, datanglah tepat waktu dengan penampilan yang terbaik.

Jangan hanya menyiapkan penampilan, Anda juga harus menyiapkan jawaban-jawaban dari pertanyaan yang mungkin keluar. Anda juga harus mempelajari perusahaan yang mewawancarai Anda karena pastinya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan akan dipengaruhi oleh latar belakang perusahaan tersebut.

Selain itu, Anda juga harus menyiapkan bukti-bukti pendukung untuk memperkuat jawaban Anda. Bukti pendukung ini termasuk sertifikat pelatihan, sertifikat prestasi atau bukti Indeks Prestasi Anda.

07. Jangan putus asa ketika belum mendapat kerja

Setelah wawancara kerja, Anda tentunya akan menunggu apakah lamaran Anda diterima atau tidak. Jika diterima, maka itu keputusan Anda apakah akan masuk perusahaan tersebut atau menolak dengan baik dan mencari perusahaan yang lain.

Jika ditolak, maka anggaplah Anda telah menambah pengalaman dalam wawancara kerja yang dapat bermanfaat untuk wawancara kerja Anda selanjutnya. Anda tentunya dapat mencoba untuk melamar kembali di tempat lain dan memang setiap orang berbeda rezekinya. Ada yang bisa langung bekerja di tempat magangnya, ada yang harus melamar hingga ke puluhan atau ratusan perusahaan seperti saya atau bahkan harus melamar di bidang lain karena tidak ada posisi K3 yang bisa didapatkan.

08. Mengapa harus menjadi karyawan?

Menjadi karyawan di perusahaan besar dan terkenal adalah sebuah hal yang luar biasa, namun menciptakan perusahaan sendiri dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain adalah sebuah hal yang lebih luar biasa lagi. Maka janganlah Anda berputus asa jika memang lowongan Anda belum diterima.

4 Tahap Evaluasi Pelatihan K3 dengan Model Kirkpatric

Banyak rekan-rekan profesional keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang mengeluhkan kompetensi calon personil K3 yang akan bergabung dengan tim mereka. Beberapa orang yang akan direkrut padahal sudah memiliki pelatihan k3, sertifikat Ahli K3 Umum ataupun lulusan S1 jurusan K3, namun masih tidak mampu menjelaskan perbedaan antara bahaya dan resiko keselamatan kerja ataupun tidak mampu untuk menggunakan alat pemadam api ringan meskipun di pelatihannya atau di jalur pendidikannya sudah dijelaskan mengenai hal tersebut.

Di dalam tempat kerja, para profesional kerja juga sering menghadapi masalah di mana seseorang yang sudah diberikan pelatihan, beberapa pelatihannya berharga mahal, namun tidak mampu untuk menerapkan ilmu yang dia pelajari pada saat pelatihan untuk pekerjaannya sehari-hari.

Ini semua adalah salah satu pekerjaan rumah bagi seorang profesional keselamatan dan kesehatan kerja untuk dapat menjamin kualitas pelatihan yang diberikan ataupun peningkatan kompetensi seseorang yang didapat setelah pelatihan.

Pelatihan K3

Gambar 1. Ilustrasi Pelatihan K3

Sumber: http://www.nationalpeo.com/safety-training-classes/

Adalah Professor Donald Kirkpatrick dari Universitas Wisconsin yang telah menyusun model 4 tahap evaluasi pelatihan di tahun 1959 dan diperbaharui di tahun 1994. 4 model itu adalah:

  1. Reaksi (reaction)
  2. Pembelajaran (learning)
  3. Perilaku (behavior)
  4. Hasil (results)

Pelatihan K3

Gambar 2. Segitiga Model Kirkpatrick

Sumber: http://www.authorstream.com/Presentation/G.Deepak-1832406-kirkpatrick-evaluation-model/

Berikut adalah penjeasan untuk masing-masing tingkat pelatihan:

  • Reaksi

Tahap reaksi mengukur bagaimana orang yang dilatih bereaksi terhadap pelatihan. Kita ingin peserta pelatihan merasa bahwa pelatihan merupakan pengalaman yang sangat berharga dan kita ingin peserta merasakan kebermanfaatan dari pelatih, topic, material, presentasi dan tempatnya.

Tahap reaksi sangat penting untuk diukur karena pengukuran akan memberikan pengetahuan tentang seberapa baik pelatihan diterima oleh para peserta. Tahap ini juga membantu untuk meningkatkan kualitas pelatihannya ke depannya sekaligus juga mengidentifikasi area penting atau topik yang kurang dari pelatihan.

Cara untuk mengukur keberhasilan dalam tahap reaksi ini ada dalam pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah peserta pelatihan merasa pelatihan sangat berharga?
  • Apakah peserta yakin pelatihan sukses?
  • Apakah kelebihan dan kekurangan pelatihan?
  • Apakah mereka suka tempat dan gaya presentasi?
  • Apakah sesi pelatihan mengakomodasi gaya belajar masing-masing orang?

Pertanyaan-pertanyaan di atas dapat diukur dengan menggunakan survey kepuasan pelatihan atau juga dapat melihat Bahasa tubuh peserta ketika pelatihan. Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, perubahan untuk peningkatan pelatihan bisa dilakukan.

  • Pembelajaran

Pada level pembelajaran ini, Anda harus mengukur apa saja yang dipelajari oleh peserta. Seberapa jauh pengetahuan peserta meningkat setelah pelatihan?

Ketika Anda merencanakan sesi pelatihan, Anda sebaiknya menyusun beberapa target dari pelatihan yang akan menjadi titik awal dari pengukuran. Pengukuran ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara yang tergantung dengan tujuannya dan tergantung apakah Anda tertarik dengan perubahan pengetahuan, atau kemampuan atau sikap.

Untuk mengukur pelatihan, mulai dengan melakukan identifikasi apa yang Anda ingin evaluasi. Pengukuran yang dilakukan biasanya pada saat sebelum dan setelah pelatihan. Jadi, sebelum pelatihan dilakukan, Anda harus menguji peserta untuk mengetahui pengetahuan, tingkat kemampuan dan sikap mereka.

Setelah pelatihan selesai, peserta pelatihan bisa diuji lagi untuk kedua kalinya guna mengujji apa yang mereka pelajari atau dapat juga mengukur pelatihan dengan wawancara atau pengujian verbal.

  • Perilaku

Pada tingkat ini, Anda harus mengevaluasi seberapa jauh perubahan perilaku yang terjadi pada partisipan pelatihan setelah menerima pelatihan. Tahap ini secara khusus melihat bagaimana partisipan mengaplikasikan informasi yang ia dapat selama pelatihan.

Kita harus menyadari bahwa perilaku hanya dapat berubah dalam kondisi tertentu. Sehingga, kita harus paham bahwa apabila kita melewat pengukuran pada 2 tahap awal Level Kirkpatrick, kita tidak boleh memvonis bahwa tidak ada manfaat pelatihan bagi partisipan apabila perilaku tidak berubah karena bisa saja ada perubahan dalam tingkat pengetahuan.

Bagaimanapun, hanya karena perilaku belum berubah, itu tidak berarti bahwa peserta pelatihan tidak belajar apapun. Perubahan perilaku yang belum kelihatan bisa saja karena atasannya yang tidak mengizinkan untuk mengaplikasikan pengetahuan baru itu. Atau mungkin saja mereka telah belajar semua yang telah Anda ajarkan, namun mereka tidak memiliki keinginan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang ada.

Sangat sulit untuk dapat mengukur perubahan perilaku secara efektif. Pengukuran ini bisa dilakukan dalam waktu 1 minggu atau 1 bulan setelah pelatihan dilakukan.

Pengukuran bisa dilakukan dengan mempertimbangkan pertanyaan berikut:

  • Apakah peserta pelatihan melakukan salah 1 aspek pelatihan dalam kegiatannya sehari-hari?
  • Apakah peserta pelatihan mampu mengajarkan ilmu, perilaku atau sikap yang mereka dapatkan ke orang lain?
  • Apakah peserta pelatihan sadar bahwa terdapat perubahan perilaku yang mereka lakukan?

Pelatihan yang efektif mungkin terjadi pada saat sesi pelatihan. Namun, jika budaya organisasi tidak mendukung adanya perubahan perilaku, maka peserta pelatihan tidak akan mampu untuk menerapkan apa yang mereka pelajari.

  • Hasil

Pada tahap ini, Anda harus menganalisa hasil final dari pelatihan Anda. Ini termasuk hasil yang Anda atau organisasi Anda menilai pelatihan yang dilakukan baik untuk bisnis dan baik juga untuk pekerja

Pada semua tingkat, pengukuran hasil akhir pelatihan sepertinya adalah yang paling mahal dan paling menyita waktu. Tantangan paling besar adalah mengidentifikasi mana hasil, keuntungan atau hasil akhir yang paling dekat berkaitan dengan pelatihan dan datang dengan cara efektif untuk mengukur hasil yang ada dalam jangka panjang.

Berikut adalah beberapa hasil yang harus disadari, tergantung dari tujuan pelatihan:

  • Meningkatnya masa bekerja pekerja
  • Meningkatnya produksi
  • Meningkatnya moral
  • Mengurangi limbah
  • Meningkatnya penjualan
  • Meningkatnya kualitas produk
  • Meningkatnya kepuasan pelanggan
  • Menurunnya aduan staf

Referensi:

Mindtools. (n.d.). Kirkpatrick’s Four-Level Training Evaluation Model. Retrieved Jun 16, 16, from Mindtools: https://www.mindtools.com/pages/article/kirkpatrick.htm

 

6 Jurusan K3 di PTN Luar Jawa

Setelah sebelumnya membahas 14 Jurusan K3 di perguruan tinggi Pulau Jawa an 9 Jurusan K3 di Perguruan Tinggi Swasta, kini katigaku.com membahas mengenai 6 Jurusan K3 di Perguruan Tinggi Negeri Luar Jawa terutama untuk mereka yang ingin menimba ilmu K3 di luar Pulau Jawa.

01. S1 Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan (K3L) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (UNAND), Padang, Sumatera Barat.

Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Kesehatann Lingkungan (K3L) berada di dalam Program S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas. Tujuan Peminatan K3 di Unand adalah Mampu melakukan identifikasi dan mengukur agen lingkungan; melakukan analisis risiko lingkungan dan kesehatan masyarakat, agen lingkungan penyebab risiko kesehatan, dan faktor lainnya; mengembangkan pengelolaan lingkungan secara makro dan mikro (institusi tempat kerja) yang efektif; dan menyusun alternatif kebijakan yang berorientasi langsung kepada perbaikan dan perlindungan lingkungan dan kesehatan. Mampu melakukan identifikasi bahaya dan analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja, mampu melakukan kajian serta penerapan higiene industri di tempat kerja.

Prodi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas mendapatkan akreditasi B oleh Ban PT dan masih berlaku hingga 12 Agustus 2016.

Gambar 1. Gedung FKM UNAND

Sumber: https://alkahfiph.wordpress.com/kontak-kami/

02. S1 Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU)

Seperti Unand, peminatan K3 USU juga berada dalam Program S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat. Mahasiswa K3 USU diharapkan Mampu menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan lingkungan kerja, Mampu mengidentifikasi bahaya di lingkungan kerja, Mampu mengukur dan mengevaluasi faktor-faktor bahaya di lingkungan kerja, Mampu menjelaskan cara kerja yang aman dan sehat serta menetapkan pekerja sesuai dengan keahliannya, Mampu menjelaskan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Mampu menerapakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan kerja.

Terdapat kurang lebih 14 mata kuliah K3 yang akan dibahas dalam peminatan K3 USU ini, mulai dari K3 dasar, Toksikologi, Manajemen K3 hingga Kesehatan Kerja Perkebunan mengingat wilayah Sumatera Utara memang memiliki banyak daerah perkebunan. Akreditasi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat USU adalah B dengan nomor akreditasi 342/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2015.

Gambar 2. Kelas di FKM USU

03. S1 Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan (K3L) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, Indralaya, Sumatera Selatan

Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Unsri berada dalam program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat yang baru dibentuk pada November 2008 lalu. Kelompok keilmuan FKM Unsri terdiri atas Kelompok Ilmu Administrasi Kebijakan Kesehatan, Kelompok Ilmu Biostatistik, Kelompok Ilmu Epidemiologi, Kelompok Ilmu Gizi Masyarakat, Kelompok Ilmu Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Kelompok Ilmu Kesehatan Lingkungan, Kelompok Ilmu Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, yang saat ini terangkum dalam 3 bagian/jurusan. Pemilihan Jurusan/Bagian mahasiswa FKM Unsri dilaksanakan pada semester VII.

Beberapa mata kuliah K3 KL yang tersedia antara lain: Dasar-Dasar Kesehatan Kerja, Hygiene Industri, Penyakit Akibat Kerja, Sistem Manajemen K3, Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan, Toksikologi Lingkungan, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan, Pencemaran Lingkungan, Ergonomi.

Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya memiliki akreditasi B dengan nomor akreditasi: 192/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/IX/2013

Gambar 3. Mahasiswa Berfoto di Depan Gedung Unsri

Sumber: http://publishiafkmunsri.blogspot.sg/2014/02/pererat-silaturrahim-bem-km-unsri.html

04. S1 Peminatan Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Peminatan Kesehatan kerja Universitas Udayana berada dalam naungan Program Studi Ilmu Kesehatan masyarakat Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Udayana. Program Studi kesmas ini telah berdiri sejak 16 April 2001 dan memiliki 8 peminatan yaitu: Epidemiologi, Gizi Kesmas, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Kesehatan Kerja, Biostatistik dan Kependudukan, KIA Kesehatan Reproduksi, Promosi Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan.

Program studi Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana telah memiliki akreditasi B dengan Nomor Akreditasi: SK BAN-PT No. 23/BAN-PT/Ak-XV/S1/VIII/2012.

Gambar 5. Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Sumber : https://hmkufkunud.wordpress.com/fk-unud/

05. S1 Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Program Studi Kesehatan Masyarakat FKM Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan

Peminatan Keselamatan Kesehatan Kerja UNHAS berada di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan masyarakat. Program Studi Kesmas UNHAS telah mendapatkan akreditasi A dengan surat bernomor 051/BAN-PT/Ak-XIV/S1/I/2012.

Para mahasiswa K3 UNHAS diharapkan mampu menyelesaikan 15 mata kuliah wajib dari peminatan. Beberapa mata kuliah wajib Peminatan K3 UNHAS antara lain adalah Psikologi Industri, Penyakit dan Cidera Akibat Kerja dan K3 Rumah Sakit.

Gambar 6. Edutrip K3 UNHAS

Sumber: http://ohssfkmunhas12.blogspot.sg/

06. S1 Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan

Berada di dalam Prodi Kesmas, FIK, Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja telah banyak menghasilkan lulusan. Salah satu kegiatan K3 UIN Alauddin adalah kunjungan ke Pertamina Regional VII di Makassar di tahun 2014 lalu.

Program Studi Kesmas UIN Alauddin ini mendapatkan akreditasi B dari BAN PT dengan nomor akreditasi 328/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2015.

Gambar 7. Kunjungan K3 UIN Alauddin ke PERTAMINA

Sumber: http://www.uin-alauddin.ac.id/uin-4026-mahasiswa-peminatan-k3-kunjungi-pertamina-regional-vii.html

Referensi

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. (2016, Mar 3). Hasil Pencarian Program Studi. Retrieved from BAN-PT: http://ban-pt.kemdiknas.go.id/hasil-pencarian.php

Unit Penjaminan Mutu Universitas Hasanudin. (2016, Januari 26). Prodi S1 Kesmas. Retrieved Mar 6, 2016, from Fakultas Kesehatan Masyarakat: http://fkm.unhas.ac.id/konten-prodi-s1-kesmas.html

Universitas Andalas. (2016). Bagian Keselamatan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan. Retrieved Mar 3, 2016, from Universitas Andalas: http://fkm.unand.ac.id/?page_id=584

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. (2012). Profil. Retrieved Mar 6, 2016, from Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan: http://fik.uin-alauddin.ac.id/profil

Universitas Sriwijaya. (2010). Program Pendidikan. Retrieved Mar 2016, 3, from Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya: http://www.fkm.unsri.ac.id/index.php/program-pendidikan

Universitas Sumatera Utara. (2015). Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Retrieved Mar 3, 2016, from Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara: http://fkm.usu.ac.id/content/index/4/id_cnt_keselamatan

Universitas Udayana. (n.d.). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Retrieved Mar 6, 2016, from Universitas Udaya: https://www.unud.ac.id/in/prodi10-Ilmu%20Kesehatan%20Masyarakat.html

 

9 Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Perguruan Tinggi Swasta Pulau Jawa

Meningkatnya permintaan ahli keselamatan dan kesehatan kerja tidak hanya terlihat dari semakin banyaknya perguruan tinggi yang membuka jurusan Keselamatan dan kesehatan kerja namun juga terlihat dari semakin banyaknya perguruan tinggi swasta (PTS) yang membuka jurusan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). PTS ini sering dijadikan alternatif bagi para profesional yang sudah bekerja dan menginginkan waktu kuliah yang lebih fleksibel.

2Sumber: http://cohse.umich.edu/

Berikut adalah 9 Jurusan K3 yang ada di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Pulau Jawa

01. S-2 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat  Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA)

Perkuliahan ini dibuka berdasarkan SK Departemen Pendidikan Nasional No. 373/D/T/2006 tanggal 28 September 2006. Kompetensi keselamatan disini masuk dalam konsentrasi kesehatan lingkungan dan biostatistika kesehatan. Program studi ini telah menjalin kerjasama dengan intansi pemerintah, dinas kesehatan, perguruan tinggi lain (UI & UNPAD) serta dunia usaha.

02. S-1 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA)

Program Studi ini terdapat pada Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Program Studi ini telah terakreditasi B. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu peminatan dalam program studi ini.

03. S-1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhamadiyah Jakarta (FKK-UMJ)

Program studi kesehatan masyarakat berdiri pada tahun 1996 dan merupakan program studi kesehatan pertama di DKI Jakarta. Prodi ini telah mendapatkan akreditasi B pada tahun 2001.

Dalam perkembangannya program studi ini memiliki 6 peminatan, yang salah satunya merupakan Kesehatan & keselamatan kerja (K3). Universitas ini terdapat di Jalan KH Ahmad Dahlan, Ciputat.

04. D-IV Program Studi Kesehatan Keselamatan Kerja STIKes Binawan

Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja STIKes Binawan yang terdapat di Jl. Raya Kalibata, Jakarta Timur, mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi Sarjana Sains Terapan (S.ST). Mahasiswa diharapkan dapat memiliki ilmu dan seni untuk mengelola hazard (bahaya), risk (risiko) dan akibatnya, baik yang menganggu fisik maupun psikis, sehingga tercipta kondisi tempat kerja yang aman dan sehat dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja.

Program Studi ini mendapatkan Akreditasi B dari BAN PT dengan nomor akreditasi No.004/BAN-PT/Ak-VIII/Dpl-IV/VIII/2011

05. S-2 Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja STIKes Binawan & STIAMI

Program studi ini merupakan kerjasama antara STIKes Binawan dengan STIAMI

06. D1 & D3 Fire and Safety Akademi Minyak dan Gas (AKAMIGAS) Balongan, Indramayu

Pendirian AKAMIGAS Balongan dilaterbelakangi oleh daya tarik dari sektor minyak dan gas bumi yang memerlukan tenaga kerja yang mempunyai spesifikasi khusus.

Perkuliahan di AKAMIGAS Balongan mendapatkan izin dari SK Mendiknas No.167/D/O/2002 dengan akreditasi B dari BAN PT

Tujuan dari perkuliahan di Prodi ini adalah untuk menciptakan ahli madya bidang K3 Diploma 1 (1 tahun) dan Diploma 3 (3 tahun).

07. S-1 Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas MH. Thamrin

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Industri merupakan salah satu peminatan yang terdapat pada S-1 Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas MH. Thamrin.

Universitas ini terletak di Jl. Raya Pondok Gede No 23-25, Kramat Jati, Jakarta Timur. Universitas ini mengedepankan ilmu kesehatan masyarakat berbasis ICT (Information Communication and Technology) sehingga mahasiswa diharapkan dapat bersaing di era globalisasi.

08. S-1 Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonusa Esa Unggul

Konsentrasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terdapat pada Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan. Konsentrasi K3 yang terdapat ada dua, yaitu K3 Industri dan K3i atau Manajemen Rumah Sakit.

09. S-1, Kesehatan Masyarakat Universitas Respati Indonesia (URINDO)

Universitas Respati Indonesia terdapat di Jl. Bambu Apus I No. 3 Cipayung, Jakarta Timur. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu peminatan dalam program studi kesehatan masyarakat, fakultas ilmu kesehatan.

Demikian daftar beberapa PTS yang menyelenggarakan program studi atau sejenis terkait Keselamatan dan kesehatan Kerja. Nama-nama di atas tentunya tidak mencerminkan semua K3 di PTS Pulau Jawa karena bisa jadi ada jurusan K3 di PTS lain yang belum disebut dan masih bisa jadi alternatif bagi para profesional K3.

Referensi

All About Safety. (2015, November 19). 9 Kuliah Jurusan K3 Perguruan Tinggi Swasta (masih di Pulau Jawa). Retrieved November 19, 2015, from http://line.me/ti/p/%40allaboutsafety

6 Pelajaran dari ASSE untuk HSE Indonesia

10 Juli 2015 lalu, sebuah pabrik kosmetik di Kabupaten Bekasi terbakar. Kejadian tersebut menewaskan 22 karyawan di pabrik tersebut. Padahal, pabrik tersebut baru beroperasi 1 bulan saja dan beberapa hari lagi pabrik akan diliburkan untuk menyambut Hari Raya. Sampai saat ini belum jelas penyebab dan kronologis kecelakaan kerja yang masuk dalam kriteria katastropik itu.

Kecelakaan ini menjadi puncak Gunung Es dari buruknya kondisi Keselamatan Kerja di Indonesia. Pada tahun 2012, Jamsostek mencatat 9 kematian Pekerja Indonesia setiap harinya. Padahal, Jamsostek hanya melindungi total 30% dari seluruh pekerja Indonesia. Ini berarti angka kematian pekerja Indonesia sebenarnya bisa menembus hingga 3 kali lipat dari angka yang Jamsostek catat. Belum lagi masalah UU No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja yang belum diamandemen. UU ini hanya mengganjar pelanggar Norma Keselamatan Kerja dengan uang maksimum 100 ribu saja.

Kejadian yang lebih buruk dari kecelakaan di atas terjadi di Amerika Serikat pada tahun 25 Maret 1911. Sebuah kebakaran menyelimuti Pabrik Garmen Triangle Shirtwaist. Pada saat kejadian, pintu-pintu Gawat darurat dikunci dan pintu akses sangatlah terbatas. Mereka hanya memiliki 27 ember air untuk memadamkan api yang sudah menyelimuti pabrik. Tragedi ini menelan 146 korban meninggal.

Tragedi ini mengingatkan dan menampar banyak orang atas pentingnya Keselamatan dan Kesehatan di tempat kerja. Salah satu pihak yang paling tertampar adalah para Inspektur dari United Association of Casualty Inspectors. Mereka kemudian membuat American Society of Safety Engineers (ASSE).

ASSE terbentuk pada 14 oktober dengan anggota dari para profesional yang memiliki kepeduliaan terhadap keselamatan pekerja. Organisasi ini menjadi Organisasi Profesional Keselamatan Kerja yang tertua bahkan salah satu yang terbaik di seluruh dunia.

Di Indonesia, banyak organisasi profesional keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan (K3L). Dari banyak organisasi tersebut, sedikit yang konsisten untuk memberikan kontribusi atau hanya untuk bertahan. Kabar baiknya, kini harapan baru untuk melihat organisasi profesional K3L yang kontributif dan konsisten muncul. Harapan baru itu bernama HSE Indonesia.

Belajar dari ASSE

HSE Indonesia adalah organisasi Para Profesional yang bergerak dalam bidang K3L. HSE Indonesia merupakan organisasi yang diawali dari diskusi-diskusi maling list, berkembang menjadi diskusi whats app dan kemudian menjadi sebuah organisasi di tahun 2014.

Sebagai organisasi baru, HSE Indonesia dapat belajar dari organisasi sejenis di Negara lain yang sudah banyak melakukan kontribusi untuk menyelamatkan pekerja. Contoh yang paling baik dijadikan contoh adalah ASSE. Kehadiran ASSE memberikan manfaat tidak hanya untuk warga Amerika Serikat tetapi juga untuk warga dunia.

Setidaknya terdapat 6 Pelajaran Penting dari ASSE untuk HSE Indonesia dalam membudayakan K3LH di Indonesia.

Gambar 1. Logo ASSE

clip_image001Sumber: http://www.picsauditing.com/blog/2013/06/asse-launches-new-risk-assessment-institute/

  1. Jaringan Profesional Safety yang luas

Anggota adalah nyawa dari sebuah organisasi. Tak mungkin sebuah organisasi bisa berkembang tanpa adanya anggota. Di tangan anggotanya lah, sebuah organisasi bisa maju atau malah bisa mundur.

HSE Indonesia meskipun baru 1 tahun berdiri tetapi telah mampu membuat 30 regional di seluruh Indonesia. Ratusan bahkan ribuan profesional Keselamatan Kerja Indonesia ada dalam Grup HSE Indonesia. Mereka tersebar di seluruh Kepulauan Indonesia dengan berbagai macam latar belakang pendidikan dan profesi.

Berbeda dengan HSE Indonesia, ASSE hanya beranggotakan 62 orang inspektur di awal kelahirannya. Bahkan, 10 tahun setelah kelahirannya, keanggotaan ASSE hanya berjumlah 2500 orang. Namun kini, keanggotaan ASSE berkembang pesat. Tercatat lebih dari 35 ribu Praktisi K3L sebagai anggota ASSE. Tak hanya itu, keanggotaan ASSE tersebar di 80 negara seperti Meksiko, Arab Saudi, Australia dan Mesir.

  1. Meningkatkan Kompetensi Anggota

Banyaknya anggota tidak berbanding lurus dengan kualitas organisasi. Untuk alasan tersebut, setiap organisasi wajib untuk mengembangkan kompetensi anggotanya.

HSE Indonesia telah mengadakan berbagai pertemuan baik berupa kopi darat ataupun seminar. Acara ini ditujukan sebagai sarana bertukar informasi dan juga sebagai alat untuk meningkatkan kompetensi anggotanya.

about-stock-photoGambar 2. Anggota ASSE

Sumber: http://www.asse.org/about/

Di tahun 1967, ASSE sudah berfikir cara untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan anggotanya. Sebuah panitia pun ditunjuk oleh ASSE untuk melakukan pencarian terkait dengan metode dan program uji dan sertifikasi yang dibutuhkan. 2 tahun kemudian Board of Certified Safety Professionals (BCSP) resmi dibentuk. Kini, sertifikasi ASSE yang bernama Certified Safety Professional (CSP) telah menjadi tanda kemampuan seseorang di bidang keselamatan kerja. Sertifikasi ini juga telah diakui oleh dunia internasional.

  1. Memperjuangkan Pembentukan Regulasi

Di Indonesia, regulasi sepenuhnya diinisiasi oleh pemerintah. Para Profesional K3 sebenarnya senang jika ada regulasi terkait dengan K3L yang baru karena akan ada tambahan pedoman untuk menerapkan prinsip K3 di tempat kerjanya. Namun, kenyataanya regulasi Indonesia masih dirasa kurang dibandingkan dengan banyaknya angka kecelakaan yang ada.

Di Amerika Serikat, ASSE mampu untuk memperjuangkan Undang-undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pertama di Amerika Serikat. Occupational Safety and Health Act diresmikan di Bulan Desember tahun 1970 setelah sejak 1968 diperjuangkan oleh ASSE. Undang-undang inilah yang menjadi Payung Legal utama dalam perlindungan nyawa Pekerja di Amerika Serikat. Undang-undang ini juga yang membangun Occupational Safety and Health Administration (OSHA) and the National Institute for Occupation Safety and Health (NIOSH).

  1. Membangun Standar Keselamatan Kerja yang berkelas dunia

Banyak diskusi-diskusi di Milist HSE Indonesia yang mempertanyakan standard keselamatan kerja. Standard yang ditanyakan mulai dari cara membuat Penilaian Resiko, jumlah APAR dalam suatu ruangan hingga menentukan Safety Integrity Level dalam suatu sistem.

Sayangnya, jawaban-jawaban yang diberikan oleh Praktisi Senior kebanyakan adalah Standard luar negeri. Hal ini bukan disebabkan tidak cinta Indonesia namun karena tidak adanya standard yang ditanyakan di Indonesia.

Ketika baru berdiri dulu, para anggota ASSE pun tidak memiliki standard dalam implementasi program K3. Namun, mereka tidak merasa tantangan tersebut sulit. Justru ASSE lah yang kemudian menciptakan banyak standard yang banyak dipakai di seluruh dunia.

Pada tahun 1935, ASSE telah membuat standard baru (Thresshold Limit Value) untuk Karbon Tetraklorida dan Zat Kimia lain. Kini, ASSE adalah sekertarat untuk 11 panitia American National Standard Institute (ANSI) yang bertanggung jawab untuk lebih dari 100 Standard Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Anggota ASSE juga bekerja untuk lebih dari 40 panitia Standar K3 termasuk 3 orang bekerja untuk International Organization for Standardization (ISO).

  1. Menciptakan jurnal keselamatan kerja

Penelitian adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Penelitian yang baik dapat didokumentasikan dalam bentuk jurnal agar masyrakat dan profesional yang lain dapat mengambil pelajaran dari penelitian.

Di Indonesia, penelitian terkait dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebenarnya sudah banyak. Buktinya, setiap tahun ratusan Mahasiswa lulus dengan tugas akhir di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Namun, tugas akhir yang dibuat justru harus dikunci dengan rapat di perpustakaan dan sedikit yang bisa dipublikasikan dalam bentuk jurnal.

Di Amerika, ASSE sudah mulai menciptakan Jurnal Keselamatan dan Kesehatan Kerja sejak tahun 1956. Jurnal tersebut bernama Journal of the American Society of Safety Engineers. Pada tahun 1974, Jurnal ASSE berubah nama menjadi Profesional Safety. 5 tahun setelahnya, lebih dari 100 bagian ada dan keanggotan mencapai hingga 15.500 anggota dengan dana mencapai $1 Juta.

  1. Melibatkan masyarakat

Keselamatan kerja tidak melulu milik pekerja. Masyarakat pun perlu dilibatkan dalam bagian program keselamatan dan Kesehatan Kerja. Mereka harus mengajak anggota keluarga mereka yang berstatus pekerja agar bisa bekerja dan kembali dengan selamat.

HSE Indonesia, dalam peringatan ulang tahunnya, sudah sangat baik mengadakan berbagai macam lomba. Salah satunya adalah lomba mewarnai K3LH Online yang dapat diikuti oleh anak-anak anggota HSE Indonesia.

ASSE juga memiliki agenda serupa bertajuk Lomba Poster Internasional Tahunan ASSE Kid’s “Safety on the Job”. Lomba ini dapat diikuti oleh anak 5-14 tahun oleh anak-anak anggota ASSE di seluruh dunia. Lomba ini diklaim sebagai alat ASSE untuk mengedukasi anak-anak terkait dengan K3L.

HSE Indonesia harus terus berkontribusi dengan berbagai macam program untuk membuat Indonesia yang lebih aman dan selamat. HSE Indonesia, Bersama Pasti Bisa!

*)Tulisan ini berhasil menjadi Juara 1 Lomba Essay HUT HSE Indonesia dan dimuat dalam majalah IndoSafety

Daftar Pustaka

American Society of Safety Engineers. (2015). History. Retrieved September 8 , 2015, from The American Society of Safety Engineers: http://www.asse.org/about/history/

Setiawan, D. (2013, Februari 28). Naker. Retrieved September 8, 2015, from Antaranews: http://www.antaranews.com/berita/360749/jamsostek-setiap-hari-9-meninggal-karena-kecelakaan-kerja